Cinta terindah
Aku adalah Dzakiyah
gadis berumur 18 tahun, aku adalah seorang mahasiswi diperguruan tinggi swasta,
aku memiliki postur tubuh yang bisa dibilang kurang cukup tinggi diantara
teman-temanku hanya sekitar 150 cm dengan berat badan 48 kg, warna kulitku
kuning langsat dan kata orang wajahku dan watakku mirip dengan ayah. Aku
memiliki segudang cita-cita, semangat yang tinggi dan sikap yang pantang
menyerah.
Seiring berjalannya
waktu usiaku terus bertambah, begitupun dengan pengalamanku. Ditiap hari ulang
tahunku tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk memiliki seseorang yang
istimewa di hidupku atau lebih tepatnya seorang kekasih hati. Aku lalui
hari-hari ku dengan gembira bersama keluarga, teman-teman dan diriku sendiri. tak
ada kekurangan yang aku rasakan, semua begitu sempurna, keluarga yang harmonis,
teman-teman yang baik dan sahabat yang selalu setia ada disetiap hariku.
Sahabat... ya sahabat.
mereka adalah orang-orang yang mengajarkanku untuk lebih peka terhadap hidup
ini, aku memiliki sahabat dengan karakter yang berbeda-beda tapi yang pasti
semua sahabatku hidup harmonis dengan keluarganya. Banyak hal yang dapat aku
pelajari dari mereka, rasa tanggung jawab, rasa perduli sesama dan rasa cinta.
Tiga hal itu adalah pelajaran hidup yang
bisa dibilang masih harus aku pelajarin. Aku di besarkan dari keluarga besar
yang penuh kasih sayang dan selalu memanjakan aku, orang tua yang sayang dengan
ku serta kakak-kakak yang mencintaiku sepenuh hati, hampir semua urusan selalu
aku serahkan kepada kakak ku, aku adalah anak terakhir dari delapan bersaudara.
Semua kenikmatan yang aku terima, menjadikanku wanita yang bisa dibilang kurang
bertanggung jawab, kurang perduli dengan orang lain dan terkesan cuek dengan
perasaan orang lain.
Bulan depan adalah
hari ulang tahunku, tepat ditanggal 01 usiaku menjadi 19 tahun, usia yang
menandakan bahwa aku seharusnya sudah cukup dewasa dalam bertindak. Banyak hal
yang sudah aku lalui, banyak pengalaman yang sudah membuka mata hati dan
menjadikanku lebih dewasa lagi dalam berfikir, tapi semua itu masih dalam
proses. Dibangku kuliah aku menemukan tiga orang sahabat yang mengajarkanku
untuk lebih perduli sesama, aku yang dulu tidak pernah ingin perduli dengan
penderitaan orang lain kini aku sudah bisa perduli dengan kesusahan orang lain,
aku yang dulunya cuek kini aku sudah bisa tersenyum ramah kepada orang lain,
meskipun terkadang aku masih sering bersikap cuek ketika melihat seseorang yang
tidak aku inginkan. Itulah aku dengan sejuta kekuranganku, masih banyak hal
yang harus aku benahi dalam diriku ini, demi kehidupanku di kemudian hari.
Cinta, susunan kata
yang terdiri dari lima huruf itu memiliki sejuta arti bagi siapapun yang
menafsirkannya. Kata itu adalah sebuah kata yang tidak pernah bosan untuk
dibicarakan dan tak akan pernah hilang dimakan oleh waktu, kehadirannya akan
menghipnotis siapapun itu, tanpa perduli usia dan status social. Cinta adalah
sekumpulan paradox yang membingungkan, kehadirannya akan memberikan warna
tersendiri di hati sang pemuja cinta.
Semua teman-teman dan
sahabatku memiliki cerita cinta yang berbeda-beda dalam kehidupannya. Hampir
disetiap hari mereka semua membahas itu, menceritakan masalah yang mereka
lalui, berbagi pengalaman yang menarik dalam hubungannya dengan kekasih hati
serta rencana-rencana yang akan mereka lakukan disaat hubungan itu menjadi
sebuah ikatan suci. Semua itu terdengar begitu menarik dan indah ditelinga
seorang gadis yang tidak pernah sekalipun memiliki seorang kekasih hati, gadis
itu adalah aku.
Meskipun tidak pernah
memiliki seorang pacar, aku tetaplah gadis normal yang pernah jatuh cinta
terhadap seorang pria, hanya saja cerita cintaku tidak pernah memiliki
kelanjutan. Rasa cinta ku selalu aku sembunyikan rapat-rapat dalam dada ini,
tanpa pernah diketahui oleh siapapun termasuk seorang pria yang telah membuatku
berdebar disaat bersamanya. Kini debaran itu sangat aku rindukan, sudah lama
aku tidak pernah lagi merasakan debaran hebat didadaku seperti waktu aku masih
sekolah menengah pertama.
Kini aku sangat iri
hati kepada sahabatku yang memiliki cerita cinta yang indah, aku berfikir bahwa
hidup mereka sungguh indah dan ingin rasanya aku memiliki hidup seperti itu.
Diusia yang akan menginjak 19 tahun aku ingin sekali memiliki seorang kekasih
hati yang bisa menjadikanku lebih baik lagi. Hanya itu harapanku saat ini, aku
ingin kehadiran seseorang yang telah aku kenal baik lalu menyatakan cintanya
kepadaku. Tuhan aku mohon ijinkanlah ini terjadi atas keridhoan-mu dan atas
rasa cinta mu kepadaku, itu adalah do’a yang selalu aku ucapkan disetiap
sujudku.
Entah kapan do’a itu
akan terkabul tapi aku yakin suatu saat nanti itu semua akan menjadi nyata.
Dihari ku yang sepi aku selalu mendo’akan yang terbaik untukmu, kamu yang tidak
pernah aku ketahui rupanya, kamu yang tidak pernah aku ketahui sifatnya, kamu
yang tidak pernah aku ketahui tentang cerita hidupmu dan kamu yang tidak pernah
aku kenal, ya kamu, kamu yang entah disiapa yang kelak akan menjadi jodohku.
Waktu dan cintalah
yang akan mempertemukan kita, saat ini aku hanya bisa bersabar dalam menanti
kehadiranmu. Entah kapan, dimana dan dalam keadaan seperti apakah kita akan
dipertemukan. Tapi satu hal yang pasti dan selalu membuat hatiku menjadi tenang
adalah nama kita berdua telah diukir indah oleh sang pencipta di lauhul mahfudz
dan itu tidak akan salah ataupun tertukar. Dimanakah kamu? Taukah kamu aku
inginkan kehadiranmu wahai kekasih hatiku, kata-kata ini selalu terbesit dalam
hatiku.
~
Kini semua telah
berubah, semua terasa begitu indah, aku telah menemukan imamku yang selalu ada
disampingku, yang selalu memengang tanganku disaat aku takut, yang selalu
memberikan dekapan hangatnya dikala aku gelisah dan dia yang selalu memberikan
senyuman manisnya disaat aku butuh motivasi. Semua indah pada waktunya, lima
tahun penantian panjang akan adanya cinta sejati kini telah aku miliki, do’a
yang tiada henti aku ucapkan disetiap sujud ku selama lima tahun terakhir telah membuktikan akan kebesaran
sang pemilik cinta. Kasabaran yang tiada tara serta keikhlasan menjadikan
cerita cintaku menjadi cerita cinta yang istimewa, cerita yang di irikan oleh
sahabat-sahabatku, yang katanya cerita cintaku sangat romantis dan penuh dengan
keindahan.
Ya.. cerita cintaku
memang begitu indah, kini usia ku telah menginjak 24 tahun, lima tahun yang
lalu aku menginginkan kehadiran seorang kekasih hatiku, kini dia telah ada
disampingku dan selalu memberikanku kebahagian, penantian panjang ini tidak lah
sia-sia. Penantian itulah yang menjadikanku lebih dewasa lagi dan lebih
mempersiapkan diri ketika bertemu dengan sang kekasih hati. Tuhan maha
mengetahui keadaan makhluknya, dia mempertemukanku dengan jodohku disaat
yang tepat dan dalam keadaan yang
sungguh sangat indah.
Kami dipertemukan
disebuah bangunan megah yang berdiri diatas permukaan bumi ini namun bangunan
itu tidak pernah menampakkan keangkuhannya, bangunan yang siapapun itu ingin
pergi mengunjunginya dan ingin berada disana selamanya, bangunan itu adalah masjidil
haram, kami dipertemukan di rumah Allah. Subhanallah, Alhamdulillah dan
Allahuakbar adalah untaian kalimat tasbih yang tidak pernah lepas dari mulutku,
suatu kebesaran yang tiada tara yang dipersembahkannya kepadaku.
Tuhan telah
mempertemukan aku dengan dia bagaikan pertemuan adam dan hawa, rasa cinta itu
kembali tumbuh ketika kami bertemu kembali di padang arafah, sungguh inilah
cerita cinta yang terindah dalam hidupku. Senyumannya sungguh membuat jantungku
berdebar kencang, rasa rinduku telah larut dalam lelehan air mata. Entah apa
yang terjadi dalam diriku, tapi sejak bertemu dengannya timbul rasa keyakinan
yang sungguh besar bahwa dialah jodohku, dialah orang yang selalu aku do’akan,
dialah orang yang akan menjadi imamku hingga hembusan nafas terakhirku.
Keyakinan yang begitu saja muncul dalam detak jantungku.
Sosok pria itu tidak
lah asing bagiku, dia adalah orang yang telah membuat jantungku bedebar kencang
disaat bersamanya, dia adalah orang yang telah membuatku tidak bisa mencintai
orang lain, dia yang telah menyita masa-masa SMA ku sehingga aku tidak bisa
menemukan sosok yang istimewa dihatiku, dia yang telah pergi jauh
meninggalkanku, dia yang memiliki beribu-ribu penggemar, dia yang telah
memiliki cinta selain aku, dia yang tidak pernah aku ketahui perasaannya
terhadapku, dia yang aku cintai dalam diam selama lima tahun, dia, ya dia
orangnya. Dia adalah orang yang aku cintai semenjak aku mengenalnya, dia
adalah cinta pertamaku, dia adalah
wahyu, temanku waktu SMP, dialah cinta pertamaku.
Aku telah mengenalinya
saat kami sekolah menengah pertama, Semenjak mengenalnya aku tidak bisa
melupakannya, mengenangnya dalam kesepianku memberikan energy tersendiri dalam
hidupku. Meskipun dulu aku sangat mengetahui bahwa dia telah memiliki seorang
kekasih tapi itu tidak pernah menyurutkanku untuk tidak mencintainya, cintaku
ikhlas karena Allah aku bahagia jika dia bahagia. aku belajar melupakannya
ketika aku duduk dibangku kuliah, aku belajar untuk tidak lagi mencintainya
dalam diam, aku belajar untuk membuka hatiku untuk orang lain dan dalam setiap
sujudku aku memohon kepada tuhan agar dia memberikan aku seseorang yang pantas
dengan ku, seseorang yang bisa memberikanku kebahagiaan dunia akhirat.
Kini do’a itu telah
terjawab, kini disetiap hari ulang tahunku aku telah bersama dengan orang yang
aku cintai. kini aku telah hidup bahagia bersama cinta pertamaku, dan kini
dalam setiap sujudku, aku selalu berdo’a dengan penuh keikhlasan dan
mengharapkan ridho sang ilahi agar dia mengijinkan cinta pertamaku ini akan
terus tumbuh dan menjadi cinta terakhir dalam hidupku hingga kematian yang
memisahkan serta aku selalu berdo’a agar kami kelak dipertemukan kembali
sebagai makhluk yang saling mencintai di surga sang ilahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar