Minggu, 14 Desember 2014

cerpen cinta


Cinta terindah

Aku adalah Dzakiyah gadis berumur 18 tahun, aku adalah seorang mahasiswi diperguruan tinggi swasta, aku memiliki postur tubuh yang bisa dibilang kurang cukup tinggi diantara teman-temanku hanya sekitar 150 cm dengan berat badan 48 kg, warna kulitku kuning langsat dan kata orang wajahku dan watakku mirip dengan ayah. Aku memiliki segudang cita-cita, semangat yang tinggi dan sikap yang pantang menyerah.

Seiring berjalannya waktu usiaku terus bertambah, begitupun dengan pengalamanku. Ditiap hari ulang tahunku tak pernah terbesit dalam pikiranku untuk memiliki seseorang yang istimewa di hidupku atau lebih tepatnya seorang kekasih hati. Aku lalui hari-hari ku dengan gembira bersama keluarga, teman-teman dan diriku sendiri. tak ada kekurangan yang aku rasakan, semua begitu sempurna, keluarga yang harmonis, teman-teman yang baik dan sahabat yang selalu setia ada disetiap hariku.

Sahabat... ya sahabat. mereka adalah orang-orang yang mengajarkanku untuk lebih peka terhadap hidup ini, aku memiliki sahabat dengan karakter yang berbeda-beda tapi yang pasti semua sahabatku hidup harmonis dengan keluarganya. Banyak hal yang dapat aku pelajari dari mereka, rasa tanggung jawab, rasa perduli sesama dan rasa cinta. Tiga hal itu adalah pelajaran hidup  yang bisa dibilang masih harus aku pelajarin. Aku di besarkan dari keluarga besar yang penuh kasih sayang dan selalu memanjakan aku, orang tua yang sayang dengan ku serta kakak-kakak yang mencintaiku sepenuh hati, hampir semua urusan selalu aku serahkan kepada kakak ku, aku adalah anak terakhir dari delapan bersaudara. Semua kenikmatan yang aku terima, menjadikanku wanita yang bisa dibilang kurang bertanggung jawab, kurang perduli dengan orang lain dan terkesan cuek dengan perasaan orang lain.

Bulan depan adalah hari ulang tahunku, tepat ditanggal 01 usiaku menjadi 19 tahun, usia yang menandakan bahwa aku seharusnya sudah cukup dewasa dalam bertindak. Banyak hal yang sudah aku lalui, banyak pengalaman yang sudah membuka mata hati dan menjadikanku lebih dewasa lagi dalam berfikir, tapi semua itu masih dalam proses. Dibangku kuliah aku menemukan tiga orang sahabat yang mengajarkanku untuk lebih perduli sesama, aku yang dulu tidak pernah ingin perduli dengan penderitaan orang lain kini aku sudah bisa perduli dengan kesusahan orang lain, aku yang dulunya cuek kini aku sudah bisa tersenyum ramah kepada orang lain, meskipun terkadang aku masih sering bersikap cuek ketika melihat seseorang yang tidak aku inginkan. Itulah aku dengan sejuta kekuranganku, masih banyak hal yang harus aku benahi dalam diriku ini, demi kehidupanku di kemudian hari.

Cinta, susunan kata yang terdiri dari lima huruf itu memiliki sejuta arti bagi siapapun yang menafsirkannya. Kata itu adalah sebuah kata yang tidak pernah bosan untuk dibicarakan dan tak akan pernah hilang dimakan oleh waktu, kehadirannya akan menghipnotis siapapun itu, tanpa perduli usia dan status social. Cinta adalah sekumpulan paradox yang membingungkan, kehadirannya akan memberikan warna tersendiri di hati sang pemuja cinta.

Semua teman-teman dan sahabatku memiliki cerita cinta yang berbeda-beda dalam kehidupannya. Hampir disetiap hari mereka semua membahas itu, menceritakan masalah yang mereka lalui, berbagi pengalaman yang menarik dalam hubungannya dengan kekasih hati serta rencana-rencana yang akan mereka lakukan disaat hubungan itu menjadi sebuah ikatan suci. Semua itu terdengar begitu menarik dan indah ditelinga seorang gadis yang tidak pernah sekalipun memiliki seorang kekasih hati, gadis itu adalah aku.

Meskipun tidak pernah memiliki seorang pacar, aku tetaplah gadis normal yang pernah jatuh cinta terhadap seorang pria, hanya saja cerita cintaku tidak pernah memiliki kelanjutan. Rasa cinta ku selalu aku sembunyikan rapat-rapat dalam dada ini, tanpa pernah diketahui oleh siapapun termasuk seorang pria yang telah membuatku berdebar disaat bersamanya. Kini debaran itu sangat aku rindukan, sudah lama aku tidak pernah lagi merasakan debaran hebat didadaku seperti waktu aku masih sekolah menengah pertama.

Kini aku sangat iri hati kepada sahabatku yang memiliki cerita cinta yang indah, aku berfikir bahwa hidup mereka sungguh indah dan ingin rasanya aku memiliki hidup seperti itu. Diusia yang akan menginjak 19 tahun aku ingin sekali memiliki seorang kekasih hati yang bisa menjadikanku lebih baik lagi. Hanya itu harapanku saat ini, aku ingin kehadiran seseorang yang telah aku kenal baik lalu menyatakan cintanya kepadaku. Tuhan aku mohon ijinkanlah ini terjadi atas keridhoan-mu dan atas rasa cinta mu kepadaku, itu adalah do’a yang selalu aku ucapkan disetiap sujudku.

Entah kapan do’a itu akan terkabul tapi aku yakin suatu saat nanti itu semua akan menjadi nyata. Dihari ku yang sepi aku selalu mendo’akan yang terbaik untukmu, kamu yang tidak pernah aku ketahui rupanya, kamu yang tidak pernah aku ketahui sifatnya, kamu yang tidak pernah aku ketahui tentang cerita hidupmu dan kamu yang tidak pernah aku kenal, ya kamu, kamu yang entah disiapa yang kelak akan menjadi jodohku.

Waktu dan cintalah yang akan mempertemukan kita, saat ini aku hanya bisa bersabar dalam menanti kehadiranmu. Entah kapan, dimana dan dalam keadaan seperti apakah kita akan dipertemukan. Tapi satu hal yang pasti dan selalu membuat hatiku menjadi tenang adalah nama kita berdua telah diukir indah oleh sang pencipta di lauhul mahfudz dan itu tidak akan salah ataupun tertukar. Dimanakah kamu? Taukah kamu aku inginkan kehadiranmu wahai kekasih hatiku, kata-kata ini selalu terbesit dalam hatiku.
~
Kini semua telah berubah, semua terasa begitu indah, aku telah menemukan imamku yang selalu ada disampingku, yang selalu memengang tanganku disaat aku takut, yang selalu memberikan dekapan hangatnya dikala aku gelisah dan dia yang selalu memberikan senyuman manisnya disaat aku butuh motivasi. Semua indah pada waktunya, lima tahun penantian panjang akan adanya cinta sejati kini telah aku miliki, do’a yang tiada henti aku ucapkan disetiap sujud ku selama lima tahun  terakhir telah membuktikan akan kebesaran sang pemilik cinta. Kasabaran yang tiada tara serta keikhlasan menjadikan cerita cintaku menjadi cerita cinta yang istimewa, cerita yang di irikan oleh sahabat-sahabatku, yang katanya cerita cintaku sangat romantis dan penuh dengan keindahan.

Ya.. cerita cintaku memang begitu indah, kini usia ku telah menginjak 24 tahun, lima tahun yang lalu aku menginginkan kehadiran seorang kekasih hatiku, kini dia telah ada disampingku dan selalu memberikanku kebahagian, penantian panjang ini tidak lah sia-sia. Penantian itulah yang menjadikanku lebih dewasa lagi dan lebih mempersiapkan diri ketika bertemu dengan sang kekasih hati. Tuhan maha mengetahui keadaan makhluknya, dia mempertemukanku dengan jodohku disaat yang  tepat dan dalam keadaan yang sungguh sangat indah.

Kami dipertemukan disebuah bangunan megah yang berdiri diatas permukaan bumi ini namun bangunan itu tidak pernah menampakkan keangkuhannya, bangunan yang siapapun itu ingin pergi mengunjunginya dan ingin berada disana selamanya, bangunan itu adalah masjidil haram, kami dipertemukan di rumah Allah. Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahuakbar adalah untaian kalimat tasbih yang tidak pernah lepas dari mulutku, suatu kebesaran yang tiada tara yang dipersembahkannya kepadaku.

Tuhan telah mempertemukan aku dengan dia bagaikan pertemuan adam dan hawa, rasa cinta itu kembali tumbuh ketika kami bertemu kembali di padang arafah, sungguh inilah cerita cinta yang terindah dalam hidupku. Senyumannya sungguh membuat jantungku berdebar kencang, rasa rinduku telah larut dalam lelehan air mata. Entah apa yang terjadi dalam diriku, tapi sejak bertemu dengannya timbul rasa keyakinan yang sungguh besar bahwa dialah jodohku, dialah orang yang selalu aku do’akan, dialah orang yang akan menjadi imamku hingga hembusan nafas terakhirku. Keyakinan yang begitu saja muncul dalam detak jantungku.

Sosok pria itu tidak lah asing bagiku, dia adalah orang yang telah membuat jantungku bedebar kencang disaat bersamanya, dia adalah orang yang telah membuatku tidak bisa mencintai orang lain, dia yang telah menyita masa-masa SMA ku sehingga aku tidak bisa menemukan sosok yang istimewa dihatiku, dia yang telah pergi jauh meninggalkanku, dia yang memiliki beribu-ribu penggemar, dia yang telah memiliki cinta selain aku, dia yang tidak pernah aku ketahui perasaannya terhadapku, dia yang aku cintai dalam diam selama lima tahun, dia, ya dia orangnya. Dia adalah orang yang aku cintai semenjak aku mengenalnya, dia adalah  cinta pertamaku, dia adalah wahyu, temanku waktu SMP, dialah cinta pertamaku.

Aku telah mengenalinya saat kami sekolah menengah pertama, Semenjak mengenalnya aku tidak bisa melupakannya, mengenangnya dalam kesepianku memberikan energy tersendiri dalam hidupku. Meskipun dulu aku sangat mengetahui bahwa dia telah memiliki seorang kekasih tapi itu tidak pernah menyurutkanku untuk tidak mencintainya, cintaku ikhlas karena Allah aku bahagia jika dia bahagia. aku belajar melupakannya ketika aku duduk dibangku kuliah, aku belajar untuk tidak lagi mencintainya dalam diam, aku belajar untuk membuka hatiku untuk orang lain dan dalam setiap sujudku aku memohon kepada tuhan agar dia memberikan aku seseorang yang pantas dengan ku, seseorang yang bisa memberikanku kebahagiaan dunia akhirat.

Kini do’a itu telah terjawab, kini disetiap hari ulang tahunku aku telah bersama dengan orang yang aku cintai. kini aku telah hidup bahagia bersama cinta pertamaku, dan kini dalam setiap sujudku, aku selalu berdo’a dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan ridho sang ilahi agar dia mengijinkan cinta pertamaku ini akan terus tumbuh dan menjadi cinta terakhir dalam hidupku hingga kematian yang memisahkan serta aku selalu berdo’a agar kami kelak dipertemukan kembali sebagai makhluk yang saling mencintai di surga sang ilahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar